Hakim Tolak Permintaan SEC Dalam Kasus Melawan Binance.US
Pertarungan hukum antara pertukaran kripto Binance dan Komisi Bursa Sekuritas Amerika Serikat (SEC) semakin memanas. Pada hari Senin, sidang kasus ini digelar di Pengadilan Distrik Columbia.
Sidang tersebut membahas mosi SEC untuk memaksa Binance menyerahkan informasi rinci dan membuat para eksekutifnya lebih siap untuk memberikan pernyataan, yang telah menjadi perdebatan antara keduanya selama seminggu terakhir.
Hakim Mendukung Binance.US
Dalam sidang, Hakim Zia Faruqui mendukung Binance.US dan menolak permintaan SEC untuk mengakses langsung perangkat lunak Binance.US dan dokumentasi lainnya. Hakim mengatakan bahwa dia “cenderung tidak mengizinkan pemeriksaan saat ini.”
Sebagai alternatif, Hakim Faruqui mengusulkan agar SEC mengajukan permintaan yang lebih spesifik dan berbicara dengan lebih banyak saksi.
Keputusan Hakim Faruqui untuk menolak permintaan SEC merupakan kemunduran parsial bagi regulator dalam kasus melawan Binance, yang sedang berlangsung.
Padahal, pada tanggal 15 September, Hakim Faruqui mengabulkan mosi SEC untuk membuka segel dokumen penting dalam gugatannya terhadap Binance US. Semua dokumen yang disegel ini diajukan sebagai berkas no. 102, pada 28 Agustus. Ada spekulasi pada saat itu bahwa mereka terkait dengan penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap Binance.
Titik Perselisihan SEC dan Binance.US
Kasus ini berpusat pada kekhawatiran SEC atas penyimpanan dan penyalahgunaan aset pelanggan Binance.US. Regulator tersebut berpendapat bahwa Binance.US harus diselidiki lebih menyeluruh untuk mencari kemungkinan hubungan perusahaan ini dengan Binance global.
Pada bulan Juni, Binance.US telah sepakat untuk bekerja sama dalam penyelidikan SEC. Namun SEC telah menuduh Binance.US telah menyalahi perjanjian karena tidak kooperatif dalam memberikan data yang dibutuhkan SEC. Agensi tersebut mengatakan bahwa BAM Trading Service, organisasi yang bertanggung jawab atas Binance.US, hanya menyajikan 220 dokumen selama proses penyelidikan.
SEC tidak senang dengan data tersebut karena “terdiri dari tangkapan layar dan dokumen yang tidak dapat dipahami tanpa tanggal atau tanda tangan.”
Dilain sisi, Binance.US menilai bahwa permitaan SEC terlalu memberatkan dan berlebihan, bahkan tidak mungkin untuk dipenuhi. Misalnya, agensi mengharuskan perusahaan tersebut untuk membuat, menghasilkan, menyusun, atau mengembangkan dokumen yang saat ini tidak dimiliki, disimpan, atau dikendalikan oleh BAM.
SEC memulai gugatan pada bulan Juni, dengan tuduhan bahwa Binance.US beroperasi sebagai bursa sekuritas tidak terdaftar dan telah mencampurkan miliaran dolar dana pelanggan ke akun yang dikendalikan oleh entitas yang terkait dengan CEO Changpeng Zhao.