
Apakah PC Gaming Bisa Digunakan untuk Mining Kripto? Ini Penjelasannya
Seiring meningkatnya harga Bitcoin hingga mendekati melewati $104.000 pada Mei 2025, minat terhadap aktivitas mining kembali meningkat. Meskipun imbalan block telah berkurang setelah halving 2024, biaya transaksi yang tinggi membuat aktivitas ini kembali dinilai menguntungkan. Namun, pertanyaan pun muncul di kalangan gamer: apakah PC gaming bisa digunakan untuk mining kripto?
Jawaban singkatnya: bisa, tapi tidak menguntungkan. Untuk memahami alasannya, mari kita pelajari lebih lanjut.
Apa Itu Mining Bitcoin?
Mining adalah proses menambahkan transaksi baru ke dalam jaringan Bitcoin dan menjaga keamanannya. Proses ini menggunakan sistem proof-of-work, di mana komputer bersaing memecahkan teka-teki kriptografi untuk menghasilkan hash yang sesuai dengan tingkat kesulitan jaringan.
Sebagai imbalan, penambang yang berhasil akan mendapatkan 3,125 BTC ditambah biaya transaksi. Namun, untuk menemukan satu hash yang valid, dibutuhkan hingga 10³¹ percobaan. Hal ini memerlukan daya komputasi dan konsumsi listrik yang sangat besar.
Faktanya, Energi yang dibutuhkan untuk menambang satu blok Bitcoin saat ini bisa digunakan untuk memberi daya rumah tangga AS selama lebih dari 10 tahun.
Evolusi Perangkat Mining: Dari CPU ke ASIC
Pada masa awal Bitcoin, penambangan bisa dilakukan menggunakan CPU laptop biasa. Namun, seiring meningkatnya jumlah penambang, GPU (kartu grafis) mulai digunakan karena kinerjanya lebih tinggi. Kini, penambangan Bitcoin didominasi oleh ASIC (Application-Specific Integrated Circuit), yaitu perangkat khusus yang dirancang hanya untuk mining.
Di tahun 2025, perangkat ASIC seperti Antminer S21 Pro mampu menghasilkan hingga 200 terahash per detik (TH/s), jauh lebih tinggi dibandingkan GPU kelas atas seperti RTX 4090 yang hanya mampu menghasilkan beberapa ratus megahash per detik (MH/s).
Kelemahan Mining Bitcoin dengan PC Gaming
Melihat perbandingan ASIC dengan GPU kelas atas seperti RTX 4090, dapat disimpulkan bahwa PC Gaming jauh tertinggal jika Anda ingin menggunakannya untuk mining crypto. Mari kita lihat lebih dalam beberapa kelemahan mining Bitcoin dengan PC Gaming:
-
Performa Jauh Tertinggal
RTX 4090 adalah GPU kelas atas, tetapi tetap tidak mampu bersaing dengan ASIC saat menambang Bitcoin yang menggunakan algoritma SHA-256. Perbandingannya bisa mencapai satu juta kali lipat lebih lambat. -
Boros Energi
Meski GPU seperti RTX 4090 menggunakan daya sekitar 450 watt, hasil mining-nya tidak sebanding dengan konsumsi listrik. ASIC memang mengonsumsi lebih banyak listrik (hingga 3.500 watt), tetapi jauh lebih efisien dari sisi hasil. -
Secara Ekonomi Tidak Masuk Akal
Jika Anda mining dari rumah menggunakan PC gaming, hampir tidak ada pengembalian investasi (ROI). Biaya listrik, risiko kerusakan perangkat keras, dan peluang keberhasilan yang sangat kecil membuat mining Bitcoin bukan pilihan bijak untuk pengguna GPU.
Catatan: GPU 4GB tidak akan lagi bisa digunakan untuk beberapa algoritma mining setelah 30 September 2025 karena batas ukuran DAG.
Alternatif Mining Crypto Dengan GPU
Meskipun Bitcoin tidak ramah bagi GPU, masih ada beberapa cryptocurrency yang dirancang agar GPU tetap relevan. Beberapa opsi populer di 2025 antara lain:
-
Ethereum Classic (ETC)
Menggunakan algoritma Ethash dan memberikan imbalan 3,2 ETC setiap 13 detik. Cocok untuk GPU modern. -
Ravencoin (RVN)
Menggunakan algoritma KAWPOW yang dirancang agar tahan terhadap ASIC. Memberikan imbalan 2.500 RVN per blok, dan cocok untuk GPU mid-range. -
Monero (XMR)
Menggunakan algoritma RandomX yang ramah untuk CPU dan GPU. Cocok bagi pengguna dengan listrik murah yang ingin mining secara pasif.
Tips: Gunakan situs seperti WhatToMine untuk melihat kripto mana yang paling menguntungkan untuk rig Anda. Cukup masukkan model GPU, dan situs akan menghitung estimasi profit.
Kesimpulan
Mining Bitcoin dengan PC gaming di tahun 2025 secara teknis mungkin, tetapi secara finansial dan efisiensi sangat tidak disarankan. Jika Anda ingin memanfaatkan GPU Anda untuk mining, fokuslah pada altcoin yang masih ramah GPU seperti Ethereum Classic, Ravencoin, atau Monero.