
Circle Ajukan IPO di Bursa New York, Targetkan Pertumbuhan Lewat Stablecoin USDC
Circle Resmi Ajukan IPO, USDC Siap Melantai di Bursa Saham Amerika
Circle Internet Group, perusahaan di balik stablecoin USD Coin (USDC), telah resmi mengajukan penawaran umum perdana (IPO) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Jika disetujui, saham Circle akan diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) dengan ticker CRCL.
Langkah ini mempertegas ambisi Circle untuk masuk ke pasar publik dan memperluas jangkauan bisnisnya di tengah meningkatnya adopsi stablecoin secara global.
USDC Jadi Sumber Pendapatan Utama Circle
Circle mencatatkan pendapatan sebesar $1,67 miliar pada tahun 2024, naik 16% dibanding tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun drastis 41,8% menjadi $155,6 juta. Sebagian besar pendapatan Circle berasal dari cadangan stablecoin USDC, khususnya dari hasil bunga obligasi negara AS.
USDC sendiri saat ini merupakan stablecoin terbesar kedua di dunia, hanya di bawah Tether (USDT). Menurut data CoinGecko, kapitalisasi pasar USDC saat ini mencapai $60,1 miliar, sedangkan Tether berada di angka $143,9 miliar.
Biaya Distribusi Besar ke Coinbase
Salah satu faktor yang menekan laba Circle adalah biaya distribusi kepada mitra utamanya, Coinbase, yang mencapai $908 juta pada 2024. Hal ini membuat Coinbase justru memperoleh lebih banyak pendapatan dari sirkulasi USDC dibanding Circle sendiri, menurut CEO Agora, Nick van Eck.
Circle Juga Pegang Aset Kripto Lain
Dalam laporan pengajuannya, Circle juga menyebutkan bahwa mereka memiliki portofolio aset kripto, antara lain:
Bitcoin (BTC): senilai $6,2 juta
Sui (SUI): senilai $5,6 juta
Ether (ETH): senilai $3,3 juta
Dan juga beberapa aset lainnya seperti Sei (SEI), Aptos (APT), dan Optimism (OP).
Upaya Go Public yang Ketiga
Ini merupakan kali ketiga Circle mencoba untuk go public. Upaya pertama lewat merger dengan SPAC pada 2021 dibatalkan pada Desember 2022. Upaya kedua dilakukan secara tertutup pada Januari 2024, namun juga tidak berlanjut.
Circle bukan satu-satunya perusahaan kripto yang ingin masuk ke pasar saham. Kraken dan BitGo juga dilaporkan tengah mempersiapkan rencana IPO mereka.
Ekspansi Global: USDC Masuk Pasar Jepang
Circle juga mencetak sejarah dengan menjadi penerbit stablecoin pertama yang mendapat izin dari regulator Jepang. USDC resmi diluncurkan di SBI VC Trade, salah satu bursa kripto terbesar di Jepang, pada 26 Maret 2025.
Pengajuan IPO ini menandai langkah besar bagi Circle dalam memperkuat posisinya di industri kripto dan keuangan global. Dengan semakin luasnya penggunaan stablecoin seperti USDC, serta ekspansi ke pasar internasional seperti Jepang, Circle tampaknya bersiap untuk menjadi pemain utama di era keuangan digital berikutnya.