May 20, 2019
0

ChainsightNews | Melirik sedikit trend siklus krisis global ekonomi 10-tahunan grafik Federal Reserve Bank St. Louis dimana krisis ekonomi global seluruh dunia berdampak pada penurunan gross domestic product (GDP) sebuah negara. Penurunan GDP disertai menurunnya jumlah investasi, menurunnya produksi perusahaan, pengangguran dan inflasi. Siapakah yang dapat memanfaatkan krisis ekonomi dunia menjadi sebuah “keuntungan” besar?

Bagi penggemar teori konspirasi, krisis yang terjadi bisa saja adalah bagian dari reorganisi global demi terciptanya sebuah tatanan dunia baru (New World Order). Lompatan percepatan terwujudnya tatanan dunia baru dimungkinkan terjadi bila krisis di era globalisi yang diciptakan segera terwujud. Bila tatanan dunia baru terwujud maka konspirasi bukan menjadi teori lagi tetapi sudah menjadi fakta konspirasi.

Pada FRED Economic Data St.Louis FED terlihat bahwa trend grafik krisis ekonomi global 10-tahunan sudah terjadi sejak 1980 dimana krisis terlebih dahulu terjadi pada negara Amerika dan Jepang. Krisis ini juga kemudian seperti virus yang menyerang sistem imunitas ekonomi negara-negara berkembang lainnya. 10-tahunan berikutnya, Amerika mengalami resesi ekonomi tahun 1990, krisis ekonomi yang sedikit lebih ringan dari resesi paska perang. Pada saat itu harga saham New York anjlok 22%.

Tahun 1998-2000 resesi ekonomi terjadi lagi pada negara-negara berkembang yang berawal dari krisis di Hongkong yang kemudian merambat ke Jepang dan berdampak ke negara Uni Eropa dan Amerika (2002-2003). Peristiwa 911 menambah kegoncangan ekonomi Amerika yang mengancam keuangan global. Kekokohan Menara Kembar World Trade Center senilai USD 23bn di New York City pada tahun 2001 runtuh dalam 10 detik. Ekonomi Amerika goncang, index harga saham di bursa Wall Street merosot tajam dan membuat bursa efek di New York mengalami kerugian besar dan menjadi ‘efek-domino’ bagi bursa-bursa saham Eropa dan Amerika, termasuk Indonesia.

Tahun 2010 terjadi great recession yang disebut juga great depression, Lehman Brothers sebuah firma investment bank terbesar ke-4 di Amerika (setelah Goldman Sachs, Morgan Stanley dan Merrill Lynch) mengalami kebangkrutan dengan total aset sebesar USD 600bn. Ini adalah krisis ekonomi terburuk kedua sepanjang sejarah Amerika setelah tahun 1930 dimana great depression berdampak pada kemiskinan, kemelaratan dan kelaparan. Negara-negara berkembang lainnya mungkin tidak mengalami krisis seberat Amerika pada tahun tersebut, bahkan India dan China tidak terlalu signifikan terpengaruh dengan krisis tersebut.

Krisis keuangan global dapat diakibatkan tidak hanya akibat persaingan besar ekonomi namun juga tensi persaingan ideologi politik. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa kelemahan dari sebuah sistem ekonomi berbasis pasar modal atau bursa efek dapat menciptakan krisis ekonomi global walau setidaknya yang terbaik untuk saat ini.

Kembali ke FRED grafik, melihat grafik 0 persen garis resesi dunia sudah dilewati tahun 2019, akankah krisis ekonomi global yang sesungguhnya terjadi tahun 2020?

Periset JPMorgan memprediksi peluang resesi Amerika sebesar 60% bakal terjadi pada tahun 2020. Bila prediksi resesi 2020 benar, maka bursa saham seluruh dunia terimbas anjlok. Lalu bagaimana dengan nilai crypto bila krisis keuangan global terjadi? Inflasi terjadi dan pemodal akan berkurang drastis, sepertinya sudah terlambat unutk masuk market membeli bitcoin, crypto pada saat krisis terjadi. Akankah cuitan John McAfee (pendiri perusahaan perangkat lunak anti-virus) pada akun Twitternya yang memperediksi 1 bitcoin mencapai harga tidak kurang dari USD 1 juta pada akhir tahun 2020 dapat terjadi?

Mata Uang Digital

Akankah uang fiat (uang kertas yang nilainya berasal dari regulasi atau hukum pemerintah) dapat tergantikan oleh bitcoin atau mata uang digital lainnya? Sebuah terobosan peralihan deposan dan investor masuk keaset digital yang menggunakan teknologi blockchain. Spekulasi strategi deposan dan investor untuk keluar dari krisis dan bertahan aman ketika krisis ekonomi regional dan global terjadi ibarat keluar dari zona nyaman dan menuju ke zona beresiko tinggi. Pilihannya high risk itu high profit!

Pepatah kuno menyebutkan “hepeng do mangatur dunia on” uang yang mengatur dunia ini! Negara yang dapat mengendalikan dunia dengan kekuatan ekonomi, informasi teknologi/IT dan artificial intelligence adalah negara di puncak pyramid kekuasaan. Sistem digital world crypto cepat atau lambat akan diakui oleh dunia, sistem yang menuju kedalam sistem tatanan dunia internasional.

Tidak dapat dipungkiri maraknya pelaku bisnis menciptakan exchanger dan koin baru yang meniru keberhasilan bitcoin. Generasi crypto telah hadir memberikan  persaingan pasar yang signifikan terhadap dinasti bank konvensional yang ada saat ini. Transaksi crypto currencies pada exchanger secara online yang dalam hitungan detik dapat dilakukan tanpa biaya administrasi secara peer to peer.

Larinya para deposan  dan investor dan beralih ke crypto adalah sentimen positif bagi dunia crypto yang sudah diakui oleh banyak negara. Berbagai start-up exchanger bermunculan dan sudah melahirkan banyak banker yang terdesentralisasi tanpa kontrol dan tanpa regulasi pemerintah, transaksi cepat, efisien waktu dan tanpa perantara. Transaksi milaran USD terjadi setiap harinya, transaksi digital online dengan jutaan anggota yang mulai meninggalkan bank konvensional untuk menabung dan bertransaksi pada exchanger. Saatnya dunia menerima cryptocurrency bitcoin sebagai mata uang digital!

About author

by Boris Peranginangin

-civil engineer- who interested in crypto, social, economic, geopolitics and all things new!