Gas Fee Polygon Melonjak 1.000 Persen, Diduga Karena Token POLS
Gas fee di blockchain layer-2 Ethereum, Polygon melonjak lebih 1.000% pada hari Kamis, yang diduga disebabkan oleh pencetakan token POLS, yang terinspirasi oleh Ordinals Bitcoin. Menurut Polygon Gas Price Chart yang disajikan livdir.com, gas fee Polygon meroket hingga lebih 5.000 gwei atau $0,10 pada hari Kamis pukul 23.00. Namun, saat ini gas fee Polygon telah anjlok kembali menjadi sekitar 120 gwei.
BlackRock Ajukan ETF Ethereum, Tegaskan SEC Tidak Boleh Perlakukan ETF Spot dan Future Secara Berbeda
Dalam upaya memperkuat keterlibatannya dalam dunia aset kripto, BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, tengah merencanakan peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) spot Ethereum (ETH). Rencana perusahaan tersebut terungkap pada 9 November, setelah Nasdaq menyerahkan formulir aplikasi 19b-4 ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS atas nama BlackRock. Diketahui bahwa produk tersebut dinamai iShares Ethereum Trust.
FTX Gugat ByBit, Berupaya Pulihkan Rp14,9 Triliun yang Ditarik Jelang Keruntuhannya
Pertukaran FTX yang bangkrut, yang saat ini dipimpin oleh CEO John J. Ray III, telah mengajukan gugatan hukum terhadap pertukaran crypto ByBit. Tujuan mereka adalah untuk memulihkan dana yang ditarik ByBit dari FTX menjelang keruntuhan bursa tersebut, yang sekarang bernilai US$953 juta (Rp14,9 triliun).
Michael Saylor: Permintaan Bitcoin akan Tumbuh 10 Kali Lipat Tahun 2024
Michael Saylor, Co-founder MicroStrategy yang dikenal sebagai pendukung Bitcoin, memprediksi bahwa permintaan BTC akan mengalami pertubuhan 10 kali lipat pada akhir tahun 2024. Hal ini diungkapkan oleh Saylor saat berpidato di Konvensi Kripto Australia 2023 pada 10 November. Dia juga memperkirakan bahwa dalam waktu dekat, Bitcoin akan berkembang menjadi "aset yang diterima secara luas di kalangan remaja" pada akhir tahun 2024.
Hong Kong Berencana Izinkan Investor Ritel Beli ETF Kripto Spot
Hong Kong berencana mengizinkan investor ritel untuk membeli Exchange Traded Funds (ETF) kripto spot. Kabar baik ini disampaikan oleh Julia Leung, CEO Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) Hong Kong dalam wawancara dengan Bloomberg baru-baru ini.