
5 Peristiwa Ekonomi AS yang Bisa Mengguncang Pasar Kripto Minggu Ini
Bitcoin kembali menunjukkan sensitivitasnya terhadap peristiwa ekonomi makro global. Setelah sempat mengalami penurunan tajam akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu, para investor kini memantau sejumlah data ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga kripto pekan ini. Berikut lima faktor ekomoni yang bisa memengaruhi pasar kripto minggu ini:
1. PMI Sektor Jasa dan Manufaktur (24 Maret)
Purchasing Managers’ Index (PMI) menjadi indikator utama yang mencerminkan aktivitas bisnis di sektor manufaktur dan jasa. PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Jika PMI tetap kuat, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin. Namun, jika melemah, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi bisa mendorong investor ke aset yang lebih aman.
2. Indeks Kepercayaan Konsumen (25 Maret)
Laporan ini mengukur sentimen konsumen AS terkait pola belanja dan selera risiko mereka. Jika indeks ini mengalami peningkatan, Bitcoin bisa mendapat dorongan dari meningkatnya permintaan ritel dan investasi. Sebaliknya, jika kepercayaan konsumen turun, minat terhadap aset berisiko dapat melemah.
Dengan penurunan tajam pada Februari lalu, pasar kini menunggu apakah tren ini berlanjut. Jika kepercayaan tetap rendah, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bisa meningkat, menjadikan Bitcoin lebih menarik sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang fiat.
3. Klaim Pengangguran Awal (27 Maret)
Laporan klaim pengangguran memberikan gambaran tentang kondisi pasar tenaga kerja AS. Jika klaim pengangguran naik di atas 226.000, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi bisa meningkat, yang berpotensi mendorong harga Bitcoin naik sebagai alternatif investasi. Namun, jika angka klaim tetap rendah, pasar tenaga kerja yang kuat bisa menarik likuiditas dari aset kripto ke aset tradisional.
4. Revisi Kedua PDB Kuartal IV 2024 (27 Maret)
Perkiraan awal menunjukkan pertumbuhan PDB AS sebesar 3%, tetapi kini direvisi turun menjadi 2,3%. Jika data yang dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, pasar dapat menganggap ekonomi AS masih kuat, sehingga mendorong peralihan investasi dari Bitcoin ke aset tradisional. Namun, jika pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan, spekulasi pemangkasan suku bunga akan meningkat, yang bisa memberikan dorongan bagi Bitcoin.
Salah satu faktor yang menarik perhatian adalah perintah eksekutif Trump terkait pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin dari aset yang disita. Meskipun ada yang beranggapan bahwa kebijakan ini bisa memperkuat ekonomi, para kritikus menilai dampaknya terhadap PDB masih belum jelas.
5. Indeks Inflasi PCE (28 Maret)
Personal Consumption Expenditures (PCE) adalah indikator inflasi favorit The Fed. Data sebelumnya menunjukkan kenaikan 2,5% secara tahunan. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, The Fed bisa menunda pemangkasan suku bunga, yang dapat memperketat likuiditas dan menekan harga Bitcoin. Sebaliknya, jika inflasi melandai, harapan untuk pelonggaran moneter meningkat, yang berpotensi mendorong Bitcoin naik lebih tinggi.