
Scaramucci Sebut Gugatan Galaxy Digital Soal Terra LUNA Adalah “Lawfare”
Anthony Scaramucci, pendiri SkyBridge Capital, mengkritik keras langkah hukum Jaksa Agung Negara Bagian New York (NAYG) terhadap Galaxy Digital terkait keterlibatannya dalam promosi proyek kripto Terra (LUNA) yang kini runtuh.
Ia menyebut gugatan tersebut sebagai "lawfare", yaitu penggunaan hukum untuk menyerang secara tidak adil, terutama karena mengacu pada hukum kontroversial bernama Martin Act.
Apa Itu Martin Act dan Mengapa Kontroversial?
Martin Act adalah salah satu undang-undang anti-penipuan finansial paling ketat di Amerika Serikat, yang memungkinkan jaksa menuntut kasus penipuan tanpa perlu membuktikan niat jahat (mens rea).
“Undang-undang ini membuka celah penyalahgunaan. Standar pembuktiannya terlalu rendah. Seharusnya undang-undang seperti ini tidak ada,” tegas Scaramucci dalam unggahan X (Twitter) pada 28 Maret.
Gugatan menyebut Galaxy Digital melanggar Martin Act dengan cara mempromosikan Terra tanpa transparansi yang cukup, serta menyetujui penyelesaian senilai $200 juta.
Galaxy Digital dan LUNA: Dari Investasi Diskon ke Profit Besar
Dokumen NAYG menyebut Galaxy Digital membeli 18,5 juta token LUNA dengan diskon 30% pada Oktober 2020. Setelah mempromosikannya secara publik, mereka menjual token tersebut tanpa mengungkapkan informasi yang relevan.
Harga LUNA naik drastis dari $0,31 pada Oktober 2020 menjadi $119,18 pada April 2022, dan Galaxy diduga meraup keuntungan ratusan juta dolar.
Novogratz Juga Tertipu?
Scaramucci membela CEO Galaxy Digital, Michael Novogratz, dengan mengatakan bahwa ia juga merupakan korban penipuan oleh Terraform Labs dan CEO-nya, Do Kwon.
“Mike benar-benar percaya pada proyek tersebut. Dia juga ditipu, seperti banyak investor lain.”
Presiden MoonPay, Keith Grossman, mengaku bahkan tidak pernah mendengar tentang Martin Act dan harus mencarinya melalui AI chatbot, ChatGPT. Ia juga menyebut hukum ini sebagai representasi nyata dari penyalahgunaan sistem hukum (lawfare).
Keruntuhan Terra: Salah Satu Tragedi Terbesar Dunia Kripto
Runtuhnya ekosistem Terra merupakan salah satu kegagalan paling memalukan dalam sejarah industri kripto. Pada Maret 2024, pengacara SEC menyebut bahwa proyek Terra adalah “rumah kartu” yang akhirnya runtuh pada 2022, merugikan jutaan investor global.
Investor ternama Anthony Pompliano ikut menyatakan dukungannya terhadap Novogratz, menyebutnya sebagai sosok yang berintegritas dan banyak berkontribusi membantu orang lain.